Archive for the Tentang hidup Category

Masa depan akan lebih sulit ! jika kita tak lekas bertindak

Posted in Tentang hidup on April 12, 2013 by zuhri ma'arif

Dalam satu (1) tahun terakhir saya masih heran, jujur saya mengatakan bahwa saya galau mungkin agak terasa lebay tapi itu realita yang menjadi pokok permasalahan adalah saya mendengar kabar yang mungkin juga akan membuat panik plus galau anda semua, tapi itu wajar, mengapa? taukah anda bahwa indonesia telah menandatangani sebuah perjanjian dengan negara ASEAN lainya mengenai akan di bukanya era kebebasan keluar masuk antar wilayah dan yang menjadi pokoknya adalah bahwa tenaga kerja asing dapat bekerja di indonesia dengan bebas, sekali lagi itu sudah tertulis dan telah disepakati dan saya rasa tidak ada hal lain selain kita hanya bisa diem dan menyesali ini seakan kita memikirkan, bagaimana nasib kita nanti?

buat saya ini adalah masalah serius, saya cukup mengukur kemampuan saya pribadi dengan orang luar bukan berarti saya nggak pede tapi yang paling penting bahwa kita harus sadar diri, karena sesungguhya kita lebih mengetahui kemampuan yang sebenarnya dari pada yang tampak dan orang lain lihat dari kita. btw kita sebenarnya juga nggak cuma diem dan menyesal tapi kita masih bisa melakukan banyak hal yang akan menjadi batu loncatan untuk masa depan kita dari pada kita hanya diem dan nggak berbuat sesuatu, apa yang menjadi modal kita? tenang dulu kawan, toh ternyata kita bisa juga bekerja diluar negeri di negara-negara ASEAN tersebut tentu bukan sebagai TKW atau TKI yang nasib tak kunjung jelas, mereka menangis dan pemerintah juga bingung apa yang mesti dilakukan, saya rasa sudah saatnya pemerintah
mengambil langkah serius, dan nggak hanya mikirin 2014, so what dengan 2014!!

bagaimana supaya kita nggak kalah berkompetisi? tentu kita harus meningkatkan kualitas kita masing-masing, nah yang jadi masalah adalah bagaimana kita meningkatkan kompetensi kita dan bagaimana cara mengukur kompetensi kita ?
saya mulai merintis satu semangat yang bisa saya andalkan sebagai bakingan jika spesialisasi yang saya miliki terhambat dan susah berkembang. mulailah satu keahlian lainya sesuatu yang akan menaikan semangat kita. sebelum saya berbicara jauh, saya akan katakan bahwa tahun dimana perjanjian tersebut mulai berlaku adalah tahun 2015, ya bisa di bilang dua (2) tahun lagi, waktu yang singkat dan jujur ini konyol, jujur syaa mengkhawatirkan diri saya sendiri, tapi saya tidak bisa berbohong bahwa saya mengkhawatirkan rakyat indonesia pada ummunya, saya mengkhawatirka kakak saya, sahabat dan teman saya. terutama yang saat ini masih menginjak smp atau sma, ini adalah masalah serius,
masalah bangsa. bayangkan saja indonesia dengan penduduk berkisar di atas 230 juta, yang notabene sebagian besar berada pada kelas menengah dan menengah kebawah. saya sempat bertanya kepada seorang dosen mengapa pemerintah bertindak seperti itu? membiarkan negara ini harus merasakn era keterbukaan lintas wilayah, yang ada di benak saya waktu itu adalah, bagaimana rakyat indonesia dapat bertahan? toh persaingan dengan teman sendiri yang sama-sama rakyat indonesia dalam dunia kerja dan bisnis tidak selalu berhasil, di tambah mereka yang berasal dari luar, ini bisa saya bilang persaingan yang nggak sehat, jujur saya lebih berpihak kepada rakyat indonesia mengenai nasib dan
berbagai hal untuk masa depan mereka, saya katakan sekali lagi kita hanya perlu meningkatkan kemampuan dan kompetensi kita, ya hanya itu dan tentunya perbanyak ibadah.

pemerintah versi dosen kenapa mengambil langkah seperti ini adalah untuk membangun iklim yang bersahabat, kita tidak mungkin membanned orang luar untuk bekerja disini atau kita juga dalam posisi yang sulit untuk tidak menandatangani perjanjian tersebut. ada hal yang lebih serius dan kompleks apabila kita tidak menandatangani perjanjian tersebut :

      1. bagaimana jika TKW dan TKI kita di negara-negara asean tersebut di pulangkan atau di embargo, tentu ini kerugian besar
      sedangkan jumlah mereka tidak sedikit, lalu jika pulang pemerintah saya rasa juga kebingungan mengatasi masalah pengagguran
      2. meskipun saya rasa tidak mungkin negara-negara tersebut melakukan embargo,kenapa? setau saya terutama negara malaysia
      hampir semua sektor industri pekerjanya adalah orang indonesia, tentu malaysia juga akan roboh perlahan-lahan, mengingat penggerak perputaran
      ekonomi berhenti beropersi
      3. jika kita tidak menandatangani, kemungkinan besar bahwa negara kita akan dikucilkan, di asingkan dari ASEAN meskipun agak ekstream tapi
      nggak ada yang tak mungkin
      4. kita akan sulit memasarkan produk kita di negara-negara ASEAn, karena mau gimana lagi saat ini barang china seperti dambaan rakyat indonesia
      murah meriah, saya masih teringat satu pepatah bahwa masyarakat indonesia terkenal lebih mementingkan harga murah dan tidak memperdulikan kualitas,
      dan rakyat indonesia lebih mementingkan gengsinya dari pada isinya, saya sendiri tidak menafikan itu semua :D, tapi whateverlah apapun
      pendapat kalaian.
      5. dunia akan mengaggap kita egois dalam tanda tanya?, saya pikir terlepas ini berburuk sangka atau bukan tetapi sepertinya, banyak negara yang
      ingin menghancurkan kita, dan mereka cukup bahagia ketika kita telah menderita secara perlahan-lahan.

ya itu adalah sebagian dari yang saya pikirkan anda bisa search perjanjian itu di Google ^_^, yang jelas kita hanya perlu meningkatkan kompetensi dan kualitas spesialisasi, so jangan menyerah kawan anda tidak sendiri, ingat lagu bondan and fade2black.

Kau yang di sana yang berjiwa lemah
Mendekat padaku, raih tanganku
Karena ku di sini pantang menyerah
Bersatu kita, bersama kita hebat dan takkan terkalahkan
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
We got to move on
Bergerak on and on and on
You got to move in
Come on come on come on let’s join

We got to move on
Bergerak on and on and on
You got to move in
Come on come on come on let’s join

Bergerak beranjak merapat melesat
Angkat semangatmu kawan, kita di barisan depan
Satukan tekad, kita tak terkalahkan
Satukan langkah, kita tak terkalahkan

Kau yang di sana yang berjiwa lemah
Mendekat padaku, raih tanganku
Karena ku di sini pantang menyerah
Bersatu kita, bersama kita hebat dan takkan terkalahkan

Berkali ku bilang kan
Jadi orang harus optimis
Mencari terang di tengah hujan
Dont stop, jangan bergerak statis

Jump jump melangkah pasti
Pump pump ku terbang tinggi yo
Yeah that’s true we can handle it
Unbreakable, we can break that shit

Come on here we go
Satukan tangan kita let’s go
I’m unbeatable layaknya chris john

We got to move on
Bergerak on and on and on
You got to move in
Come on come on come on let’s join

It’s our time to make it right
To get everything tonight
And fight for your rights
Let the music take control
Let the music take your soul

Kau yang di sana yang berjiwa lemah
Mendekat padaku, raih tanganku
Karena ku di sini pantang menyerah
Bersatu kita, bersama kita hebat dan takkan terkalahkan

We got to move on
Bergerak on and on and on
You got to move in
Come on come on come on let’s join

We got to move on
Bergerak on and on and on
You got to move in
Come on come on come on let’s join

We got to move on
Bergerak on and on and on
You got to move in
Come on come on come on let’s join

We got to move on
Bergerak on and on and on
You got to move in
Come on come on come on let’s join

tetaplah nyalakan semangat mu kawan.

Iklan

Hidup tanpa moment bikin sepi

Posted in Tentang hidup on April 4, 2013 by zuhri ma'arif

Entah mengapa moment itu sesuatu yang njelimet terkesan sederhana tapi sebenernya penuh makna, ada yang bilang moment itu harus diciptakan bukan hanya menunggu, well setiap orang punya pendapat berbeda. kalo bahas masa-masa indah, pasti kebanyakan dari kita jawab masa masa SD dan SMA, bkan bgtu? Saya juga bingung kalo gitu kenapa kita dari SD ga langsung ke SMA aja ya..hehe, oke itulah yang disebut proses. Susah donk dari tangga pertama harus ngjangkah 4 anak tangga di atasnya, gimana kalo saat kita ngjangkah tau-tau celana kita sobek, lah yang dibelakang kita hihi pasti sobat tau kan yang dimaksud 😀 udah jangan dibayangin truzz.

saya yakin setiap dari kita memeliki moment-moment indah yang masih teringat sampai detik ini, pernakah kita memberikan waktu untuk bertanya kepada diri sendiri mengapa manis asam asin pahit sedih senang terluka segar dan kesemua itu harus kita alami, mengapa? Lalu apakah guna kedua tangan kita, apakah kita bisa mengenggam 1 lidi dengan satu jari? kalo saya jawab ya bisa, tapi apakah kita bisa mengenggam dengan erat? Saya jawab belum tentu, bagaimana dengan 2 jari dan seterusnya, apakah lebih baik? Saya jawab iya

Sepertinya dengan begitu kita yakin dua dan lebih moment yang pernah kita alami bersama dan kita kenang bersama jauh lebih menguatkan terlepas kesemua itu menyenangkan atau menyedihkan. Kalo saya ibaratkan hidup tanpa moment tu ibarat kacang tanah tak berkulit, gimana bisa? Kenapa demikian, setidaknya tidak ada hal yang mengeratkan. Apapun yang kita alami bersama orang lain terlepas kita mengenal meraka semenjak lama atau kita baru mengenal mereka, misalnya kita mengenal mereka ketika sedang naik prameks dll. Dari semua itu tanpa moment apakah ada sesuatu yang cukup bagi kita untuk mengingat mereka atau sekedar mengingat hal-hal kecil? Saya rasa tidak. Itu bisa diibaratkan kulit kacang sebagai pembungkus antara kita dan yang lainya. dulu banget nc saat jaman SD sekitar klz 1 atau 2, sore itu seperti biasa ngaji d masjid, mungkin tu guru sangking emosinya karena saya salah truz, saya tidak dapat mengelak lagi nah di jewer dah tu pake jurus melintir emang asik haha double enaknya, saya kira peristiwa tersebut masih terekam baik dalam memori. Well itulah moment yang akhirnya membantu kita mengingat memori-memori yang terpendam lama. Apakah anda termasuk kacang tanpa kulit?

Bagi saya Ngblog hal baru but enjoy and pretty fun 