Hidup tanpa moment bikin sepi

Entah mengapa moment itu sesuatu yang njelimet terkesan sederhana tapi sebenernya penuh makna, ada yang bilang moment itu harus diciptakan bukan hanya menunggu, well setiap orang punya pendapat berbeda. kalo bahas masa-masa indah, pasti kebanyakan dari kita jawab masa masa SD dan SMA, bkan bgtu? Saya juga bingung kalo gitu kenapa kita dari SD ga langsung ke SMA aja ya..hehe, oke itulah yang disebut proses. Susah donk dari tangga pertama harus ngjangkah 4 anak tangga di atasnya, gimana kalo saat kita ngjangkah tau-tau celana kita sobek, lah yang dibelakang kita hihi pasti sobat tau kan yang dimaksud 😀 udah jangan dibayangin truzz.

saya yakin setiap dari kita memeliki moment-moment indah yang masih teringat sampai detik ini, pernakah kita memberikan waktu untuk bertanya kepada diri sendiri mengapa manis asam asin pahit sedih senang terluka segar dan kesemua itu harus kita alami, mengapa? Lalu apakah guna kedua tangan kita, apakah kita bisa mengenggam 1 lidi dengan satu jari? kalo saya jawab ya bisa, tapi apakah kita bisa mengenggam dengan erat? Saya jawab belum tentu, bagaimana dengan 2 jari dan seterusnya, apakah lebih baik? Saya jawab iya

Sepertinya dengan begitu kita yakin dua dan lebih moment yang pernah kita alami bersama dan kita kenang bersama jauh lebih menguatkan terlepas kesemua itu menyenangkan atau menyedihkan. Kalo saya ibaratkan hidup tanpa moment tu ibarat kacang tanah tak berkulit, gimana bisa? Kenapa demikian, setidaknya tidak ada hal yang mengeratkan. Apapun yang kita alami bersama orang lain terlepas kita mengenal meraka semenjak lama atau kita baru mengenal mereka, misalnya kita mengenal mereka ketika sedang naik prameks dll. Dari semua itu tanpa moment apakah ada sesuatu yang cukup bagi kita untuk mengingat mereka atau sekedar mengingat hal-hal kecil? Saya rasa tidak. Itu bisa diibaratkan kulit kacang sebagai pembungkus antara kita dan yang lainya. dulu banget nc saat jaman SD sekitar klz 1 atau 2, sore itu seperti biasa ngaji d masjid, mungkin tu guru sangking emosinya karena saya salah truz, saya tidak dapat mengelak lagi nah di jewer dah tu pake jurus melintir emang asik haha double enaknya, saya kira peristiwa tersebut masih terekam baik dalam memori. Well itulah moment yang akhirnya membantu kita mengingat memori-memori yang terpendam lama. Apakah anda termasuk kacang tanpa kulit?

Bagi saya Ngblog hal baru but enjoy and pretty fun 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: