Aku tak jenuh

Aku merasakan gelap
Gelap gelap dan gelap
Gelap yang menidurkanku di keheningan
Kemana tempat untukku melepas keluh
Ragaku hanya bisa terdiam walau aku tau air mataku kembali menetes
Pahit dan pahit
Pahit yang terasa sesak memenuhi hatiku
Mataku hanya bisa mengembun meratapi ini
Aku serasa bergurau dengan kematian
Ingin rasanya terbang melepas raga
Untuk melihat bintang-bintang indah yang senantiasa ku tunggu
Tanpa menghiraukan kaki dan tanganku yang mulai dingin dan kaku
Terlintas pikiran dalam benakku untuk mencukil rasa takutku
Aku ingin bidadariku berada disini saat ini
Aku ingin memeluknya, meski tak ingin ini menjadi yang terakhir
Kupikir ini hanya fatamorgana dalam panas cintaku
Meski aku selalu menunggu tapi hatiku tersenyum kecil
Mungkin tak dapat kutemukan kau disini
Mungkin disana, ya kupikir mungkin disana
Bersama kesendirian hingga kelam mataku

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: